Minggu, 05 Februari 2017

MENGEJUTKAN Pemuka Agama Katolik di Aceh : Syariat Islam Melindungi Kami. Allahu Akbar !!!

Povinsi Aceh dikenal sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam. Hal Ini dikarenakan mayoritas umat beragama yang di Aceh beragama Islam. Namun di satu sisi lainnnya, ada minoritas non-muslim yang  juga tinggal di Aceh. Terutama pemeluk agama Katolik.



Pelaksanaan Syariat Islam di Provinsi  Aceh juga ditanggapi negatif oleh masyarakat  di luar Aceh. Hal ini akhirnya mengiring asumsi yang negatif terhadap pemerintah Aceh yang  berkuasa saat ini. Stigma negatif juga lahir dari pemberitaan media-media.

Asumsi ini membuat citra Aceh menjadi buruk di mata Dunia. Apakah benar seperti itu? Lantas bagai mana pelaksanaan Syariat Islam di Aceh di mata pemuka Katolik yang tinggal di Daerah Aceh sendiri? Apakah pelaksanaan Syariat Islam ini menjadi masalah bagi mereka yang non-muslim atau justru sebaliknya?

Simak wawancara khusus jurnalis mediaaceh.co, WiIdan EI FadhiI, bersama salah seorang Pemuka Agama Katolik  Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Baron F. Pandiangan, S.Ag. M.Th, kini  sudah 5,5 tahun tinggal di Daerah Aceh. Dalam wawancara nya, Ia juga berulangkali memuji pelaksanaan Syariat Islam di Aceh yang berdampak baik bagi mereka.

Aceh merupakan sebuah daerah yang mayoritas beragama Islam. Apakah Provinsi Aceh termasuk dalam daerah yang begitu toleran dalam menghargai perbedaan agama?

Pengalaman saya dan kawan-kawan, sangat toleran. Dan dalam kapasitas saya sebagai warga Katolik, jujur saya mengatakan justru saya bersyukur di Aceh ini ditempatkan. Dan saya rasakan sebagai Katolik selama di Aceh ini, saya merasakan sebagai Katolik yang betul-betul saya rasakan nilai Katolik ya selama di Aceh ini.

Saya selama ini tugas di Medan, pendidikan saya juiga di internal Katolik, tapi ketika saya dipindah tugaskan ke Aceh ini. Apa yang saya alami sebelum ke Aceh ini, apa yang saya dengar dari keluarga sampaikan tentang  Aceh memang menyeramkan, tapi setelah saya masuk dan masuk lagi dan tidak ada saya lihat. Bahkan dalam rapat kami di tingkat direktorat tingkat nasional kita koordinasi, saya katakan pada bapak pimpinan, "Pak Dirjen saya bersyukur ditugaskan di Aceh". Saya tidak berbohong, saya merasakan hidup saya sebagai Katolik di Aceh.

Do'a-doa saya di Medan, saya ke gereja, di Aceh masih juga saya alami itu. Dan saya dari Singkil kemarin, di 23 kabupaten itu saya sebagai seorang Katolik tidak merasa terzalimi. Bahkan saya sebagai seorang Katolik merasa syariat Islam kalau makin kaffah itu saya makin senang lah. Syariat Islam Melindungi Kami. minimal kontak sosial untuk saya itu semakin sesuatu dan keluarga saya masih nyaman walaupun saya dengan istri jauh.

Kondisi syariat itu juga mendorong saya untuk berperilaku kemanusiaan, saya pikir poin-poin  yang diatur dalam adat istiadat Islam itu juga mengatur hubungan yang lebih harmonis kan? Hablun minannasnya kan? dan kami setuju dengan itu, kami mengatur dengan baik hubungan dengan sesama yang lain dan hubungan dengan tuhan. Saya pikir kalau ada yang lain itu intrik-intrik, tidak persoalan agama. Menjelang natal ini  kami bebas saja melakukan latihan. Nanti kami tanggal 24 malam ada kegiatan natal besar-besaran di gereja, dan kami belum mendengar ada mendapat surat atau teguran, santai saja.

Dari penjelasan Anda bisa disimpulkan bahwa toleransi beragama di Aceh begitu tinggi?

Ya tinggi, lihat di ruangan saya salib saya bawa tidak ada yang complain, tidak ada yang marah.

Bagaimana interaksi sosial Anda dengan umat agama lain di Aceh?

Kami selalu ikut, bagus juga dilibatkan hal-hal kemasyarakatan, seperti di kampung saya di Mata Ie, boleh abang cek, abang tanya itu, siapa Baron Pariangan? Maka mereka mau milih saya sebagai RT apalah itu.

Kemarin maulid kami gotong royong bersama, makan bersama. Teman yang di depan rumah itu mau pesta, sibuk orang komplek kita yang muslim, kita siapkan tenda, kita bersihkan pekarangan rumah, kita siapkan semua, masak, cuci piringnya, kita ikut lo. Bahkan mereka ada tahun kemarin juga yang akad nikah di masjid Baiturrahman, kita juga bantu transportasinya, kita angkut, jemput lagi, kita antar lagi. Bahkan tetangga saya yang di dekat rumah itu yang mau pulang ke Seulimuem baru pulang dari rumah sakit, dia minta tolong saya. Saya antar ke Seulimuem naik mobil saya, yang di dalamnya ada ornamen-ornamen Katolik, tidak merasa canggung.

Aceh sudah menerapkan syariat Islam, apakah penerapan tersebut mengusik peribadatan agama Anda?

Sampai saat ini tidak, karena gini yang saya pahami dan saya dengar dari teman-teman pembuat regulasi syariat itu. Memang syariat itu berlaku ketat kepada orang muslim, walaupun kami sebagai orang yang tinggal di sini juga harus menghormati itu dan mengetahui koridor di situ, kami juga  tidak mau menodai itu.

Kami juga paham bahwa  yang ditegaskan oleh syariat Islam itu mengatur hubungan baik supaya lebih nyaman, lebih terkontrollah perilaku hidup orang di Aceh ini. Kami sangat setuju di situ untuk mengontrol perilaku hidup, contoh perilaku berpakaian saja, kami sangat senang itu, jangan ketat-ketat kali kan? Okelah masalah jilbab saya pikir itu sudah masuk paham aqidah menurut pemahaman kami. Dan kami tidak perlu ikut di situ dan kami tidak pernah mengalami paksaan atau tekanan untuk memakainya.

Kalau pun ada teman kami bekerja di fasilitas umum, ya dia cuma sebatas dia sendiri merasa tidak nyaman, tapi tidak ada paksaan dari pimpinannya untuk memakai jilbab itu tidak, itu cuma biar dia enak berkomunikasinya. Walaupun sebenarnya dia tidak ada paksaan dan tidak banyak orang kita yang bekerja di situ kan?

Sering muncul isu SARA di Daerah Aceh seperti pembakaran gereja di Aceh Singkil beberapa waktu lalu, bagaimana menurut Anda?

Saya persis tahu itu, saya satu minggu sebelum itu ada di lokasi. Untuk isu SARA saya katakan tidak benar  sedikitpun. Bahkan saya tahu lokasi persis di mana gereja itu. Bahkan satu Minggu sebelum itu sudah beredar SMS itu. Nah ini saya lihat dinamika sosial di sana yang bergerak termasuk bidang politik, ekonomi, saya merasa SARA tidak ada di sana, dalam konteks peristiwa itu ya. Setelah kejadian itu, besoknya pasar-pasar sudah ramai, banyak orang non-muslim berdagang di situ, kalau SARA sudah habis orang itu berlarian, bahkan yang mengungsi itu saya tidak setuju pada awalnya.

Bahkan saya sendiri turun ke situ pasca kejadian itu, saya turun saya ada larangan dari Brimob tidak boleh masuk, saya bilang saya tidak mau, saya masuk dalam kondisi apapun. Saya ingin menunjukkan bahwa kondisi di sini aman. Mereka tahu saya orang non muslim, bahkan saya bebas berjalan ke sana. Jadi itu unsur SARA tidak ada.

Apa contoh kerukunan agama di Aceh yang bisa kita kontribusikan untuk daerah lain di Indonesia?

Menghargai masing-masing itu ada di sini (Aceh). Dalam prinsip kalau di Islam itu, saya Katolik ya laksanakan. Tapi sejauh ya mengikuti kearifan lokal setempat, saya setuju itu. Contoh, mungkin ramai pendirian rumah ibadah, itu yang sedikit kita evaluasi kembali bagaimana turunan dari dua menteri itu, menteri dalam negeri dan menteri agama. Kemudian, bagaimana pergub, perbupati lagi perlu dihormati lah.

Menjelang natal, apakah Anda pernah merasakan gangguan saat melakukan ritual peribadatan selama berada  di Aceh?

Sampai saat ini tidak ada, Katolik tidak mengalami gangguan. Bahkan pengalaman kami selama ini juga, kami dibantu oleh aparat juga. Kita buat laporan, mereka datang sendiri untuk buat pengamanan untuk antisipasi, namun yang saya khawatirkan agak jauhlah. Karena kita punya Gereja Katolik yang di Banda Aceh ini Hati Kudus itu kan, yang sudah jauh ada sebelum republik ini, yang fisik sekarang ini sudah ada tahun 1926 zaman Belanda dan tidak ada intimidasi apapun.

Apa harapan Anda terhadap kerukunan beragama di Daerah Aceh?

Kita harus sepakat kerukunan dan harus kita jaga bersama. Kerukunan itu harus kita kejar dan pelihara bersama-sama. Untuk rukun saya pikir kita juga harus tahu Aceh ini multi cultural, dan multi budaya bahkan multi agama, itu satu keniscayaan tidak bisa dinafikan. Bagaimana ini merajut, ya saya pikir itu tadi saling menghargai dan menghormati tapi ikut juga peraturan yang berlaku.

Apa yang beda jangan disamakan, apa yang sama jangan dibedakan, artinya dalam kontek Islam  itu sangat kental "Lakum dinukum waliya din". Dan saya sangat senang itu, berarti kawan yang muslim juga menghormati agama lain, kami juga harus. Tapi saya juga harus mantapkan aqidah saya sebagai Katolik di sini.

Ini Dia Doa Singkat dan Ampuh dari Rasulullah yang Paling Sempurna. Sebarkan untuk kebaikan anda dan saudara muslim kita ...

Di dalam suatu riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda kepada A’isyah RA, ‘’Hendaklah engkau selalu berdoa dengan doa yang dapat mencakup dan yang sempurna, yaitu bacalah :

"Allaahumma innii as-aluka minal khoiri kullihi ‘aajilihii wa aajilihii maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam wa a’uudzubika minasy-syarri kullihi ‘aajilihii wa aajilihii maa ‘alimtu minhu wa maa lam a’lam wa as alukal jannata wa maa qarraba ilaihaa min qauliw wa ‘amaliw wa a’uudzubika minannaari wa maa qarraba ilaihaa min qauliw wa ‘amaliw wa as aluka minal khoiri maa sa-a-laka ‘abduka wa rasuuluka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa asta’iidzuka mimmas-ta-‘aadzaka minhu ‘abduka wa rasuuluka muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama wa as-a-luka maa qadayta lii min amrin an taj’ala ‘aaqibatahu rusydam birohmatika yaa arkhamar rookhimiin.’’
‘’Ya Allah, aku memohon kepadaMu kebaikan seluruhnya untuk sekarang atau esok, baik yang aku tahu maupun yang aku tidak tahu, dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari semua keburukan untuk sekarang atau esok, baik yang aku tahu maupun yang aku tidak tahu, dan aku memohon kepadaMu surga dan [semua hal] yang mendekatkanku kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Aku memohon perlindungan kepadaMu dari api neraka dan apa yang dapat mendekatkan kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Aku memohon kepadaMu kebaikan, sebagaimana hambaMu memohon dan RasulMu Muhammad SAW. Aku memohon perlindunganMu seperti hambaMu memohon dan RasulMu Muhammad SAW. Aku memohon kepadaMu agar apa yang Engkau putuskan kepadaku akhirnya menjadi terang berkat rahmatMu wahai Zat yang lebih belas kasihan daripada orang-orang yang belas kasihan.’’
Doa ini merupakan doa yang mencakup semua hal serta yang paling paripurna, lengkap, dan sempurna karena di dalam doa ini berisi permohonan tentang;
1.kebaikan untuk hari ini dan besok, baik di dunia maupun di akhirat,
2.perlindungan dari semua keburukan yang terjadi sekarang dan besok, baik di dunia maupun di akhirat,
3.surga serta semua hal yang dapat mendekatkan diri kita kepada surga,
4.perlindungan dari api neraka dan semua hal yang dapat mendekatkan kita kepada neraka,
5. kebaikan seperti yang pernah dimohonkan oleh semua makhluk ciptaan Allah dan Rasulullah SAW,
6. perlindungan dari keburukan atau kejahatan, seperti yang pernah dimohonkan oleh semua makhluk ciptaan Allah dan Rasulullah SAW,
7. rida, rahmat, karunia, dan belas kasihan Allah SWT.

Doa ini hendaklah senantiasa dibaca minimal tiga kali seusai salat fardu, dan dibiasakan untuk dibaca dimanapun dan kapanpun saat luang. Tentunya, lebih baik jika dibaca dalam kondisi berwudu, diawali dengan bacaan ta’awudz, basmalah, Alfatihah, salawat nabi, tasbih, tahmid, tahlil, hauqalah, dan istighfar. [dr Dito Anurogo]

BAHAYA !!! Efek Negatif Asal Bicara dan Berbicara kasar !!! Kalau Pemimpin yang Bicaranya Kasar Bagaimana?

Seorang istri syok berat karena suaminya yang menjadi sopir bus antarkota meninggal setelah mengalami tabrakan beruntun. Menurut saksi mata, sang suami tidak konsen saat menyetir (melamun).  


Sang istri merasa bersalah karena malam sebelumnya mereka terlibat pertengkaran hebat. Sang istri mengeluarkan kata-kata yang sangat pedas bahwa ia sangat menyesal menikah dengan suaminya, menyesal karena hidup menderita. Tidak ada firasat apa-apa keesokan harinya saat sang suami pergi bekerja.
 
Hingga kemudian kecelakaan maut yang merenggut nyawa itu pun terjadi. Kini sang istri harus berjuang sendiri menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil. Seandainya saja dia tidak berperilaku kasar pada suami, mungkinkah sang suami bisa konsen kerja dan kecelakaan maut itu bisa dihindari? Entahlah. Karena kata “seandainya" tidak akan mengubah apa-apa. Penyesalan tidak pernah berguna.
 
Seorang ibu menyesal karena anak perempuannya tidak mau bahkan benci nikah, benci laki-laki. Ibu tersebut menyesal seandainya waktu bisa terulang dia tidak akan mendoktrin anak perempuannya yang kala itu masih lugu bahwa semua laki-laki di dunia ini jahat. Dia tidak akan meracuni anak perempuannya yang kala itu masih polos hanya untuk memuaskan egonya yang tersakiti. Seandainya waktu bisa terulang. Seandainya sang ibu tidak menuruti hawa nafsu mungkin sang putri tidak akan mengambil keputusan ekstrim yang mengiris hati. Semua sudah terlambat.
Dan, masih banyak lagi contoh serupa.
Bicara apa saja kemudian baru berpikir lebih banyak membawa mudharat ketimbang manfaat. Mungkin tujuan orang yang bicara seenaknya itu hanya sekadar meluapkan emosi sesaat setelah itu lega dan tidak ada apa-apa. Tapi bagaimana dengan yang menerima “sampah” tersebut. Iya kalau menyadari karena sudah dewasa, kalau belum? Bagaimana jika yang menerima sampah hati tsb anak-anak yang masih polos? Apakah sudah dipikirkan akibatnya?
Biasanya, yang suka ngomong sembarangan akan berdalih, “Aku baik kok walaupun kata-kataku kasar,” ya iyalah semua sampahnya udah dibuang ke orang lain. Tapi gimana dengan yang menerima?
Sahabat, mengumbar emosi dan amarah negatif tidak pernah berakhir bahagia kecuali hanya kepuasan sesaat. Bahkan kita sendiri sering lihat hanya karena kepleset lidah, seseorang bisa dipenjara bahkan diusir.
Sahabat, memang tidak mudah mengendalikan amarah apalagi jika sudah sampai di ubun-ubun. Tapi, tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Kalau kita mau berlatih, pasti bisa.
Setiap orang pernah berbuat salah, tapi hanya sedikit yang mau belajar dari kesalahan.

AWAS !!!, Orang Munafik Lebih Berbahaya dari Orang Kafir. Inilah Alasannya

“Yang menghancurkan Islam adalah orang alim yang menyimpang, orang munafik yang pandai mendebat A-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an untuk kepentingan pribadi, serta para pemimpin sesat.” (Umar bin Khattab Radiyallaahu 'anhu)

Sahabat Ummi, jangan remehkan orang munafik, sungguh kekacauan dalam umat Islam banyak disebabkan oleh orang-orang yang munafik, yakni musuh di dalam selimut, mengaku Islam... mengaku beriman, padahal tidak. Kata-kata mereka terdengar hebat, terdengar logis, hingga semua orang mendengarkan pernyataannya, akan tetapi ketahuilah bahwa Allah telah menyatakan mereka inilah (orang-orang munafik) musuh yang sebenarnya:
“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata, kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukkan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran?” (QS. Al-Munafiqun : 4)
Bagaimana ciri-ciri orang munafik? Tentunya kita tahu bahwa ciri kemunafikan ada 3,"Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati.” (HR Al-Bukhari)
Tetapi bukan hanya itu, orang munafik juga biasanya memiliki dua muka, mereka tidak segan melakukan sesuatu untuk mengolok-olok kaum mukmin dan mendukung orang-orang kafir. 
“Apabila mereka menjumpai orang-orang mukmin, mereka berkata, ‘Kami telah beriman.’ Namun jika mereka menyendiri beserta dedengkot-dedengkotnya, mereka berkata, ‘Sesungguhnya kami di pihak kalian. Hanya saja kami hendak mengolok-olok kaum mukmin.’ Allah akan mengolok-olok mereka dan menelantarkan mereka dalam kedurhakaan, sedangkan mereka dalam keadaan bimbang” (QS: 2: 14-15).
Itu sebabnya orang munafik cukup sulit dideteksi di kalangan orang beriman, karena mereka 'menyamar' sebagai orang beriman, bahkan mereka pun mengerjakan shalat dan merasa diri mereka seorang muslim. Padahal mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi dan membuat perpecahan di kalangan umat muslim itu sendiri. 
“Dan apabila ia mengerjakan puasa dan shalat, ia menyangka bahwa dirinya seorang muslim” (HR Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Sifat-Sifat Orang Munafik, no. 59).
Maka, bagian kerak neraka, bagian neraka yang paling dasar, akan menjadi tempat tinggal oleh orang-orang munafik, bukan orang kafir. Sesungguhnya orang-orang munafik itu akan dicampakkan ke dalam kerak neraka dan kamu tidak akan melihat mereka memperoleh penolong” (QS. AnNisaa : 145)
Sahabat Ummi, takutlah akan sifat munafik, karena bisa jadi hati kita disusupi karakter munafik ini. Ibnu Abi Malikah pernah mengatakan, “Aku telah menjumpai tiga puluh sahabat Nabi, seluruhnya takut akan nifak. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang mengatakan, bahwa dirinya memiliki iman seperti imannya Jibril dan Mikail.
Setiap orang beriman akan khawatir pada sifat munafik, kecuali orang munafik itu sendiri. Al-Hasan Al-Bashri mengatakan, “Tidak ada orang merasa aman dari sifat nifak kecuali orang munafik dan tidak ada orang yang merasa khawatir terhadapnya kecuali orang mukmin.” Wallaahualam.

Minggu, 29 Januari 2017

SEBARKAN Inilah Penjelasan "MUI Akan Bahas Fatwa Haram Mengenai Angpao Imlek, Masyarakat Berang"


Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa haram mengenai Angpao Imlek. Hal ini disampaikan MUI sehubungan dengan beredarnya berita yang diunggah oleh situs Tribunnewss.wordpress dengan judul "MUI Akan Bahas Fatwa Haram Mengenai Angpao Imlek, Masyarakat Berang".

"Majelis Ulama Indonesia perlu memberikan klarifikasi dan penjelasan bahwa berita tersebut adalah tidak benar, bohong dan mengandung unsur fitnah, kebencian serta adu domba antaraumat beragama," ujar Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Saadi di Jakarta, Rabu (25/1).


Berita tersebut, kata Zainut, berpotensi menimbulkan kegaduhan, kesalahpahaman, dan dapat memicu konflik antarelemen masyarakat yang dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia.

"MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas berita bohong atau hoax tersebut dan menuntut secara hukum pelakunya tanpa menunggu adanya pengaduan karena hal ini adalah delik pidana umum," tandas dia.


Selain itu, MUI, kata dia, meminta kepada Kementerian Informasi dan Komunikasi untuk secepatnya menutup situs yang mengunduh berita tersebut agar beritanya tidak menyebar.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh dan tidak ikut menyebarkan berita bohong tersebut demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di tengah kehidupan masyarakat," pungkas dia.


Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/411103-mui-bantah-keluarkan-fatwa-saol-angpao-imlek.html

GILA !!! Toyota Alphard ini Dipakai Buat Angkut Batako ! Alasannya Sungguh Mengharukan


Pengguna sosial media dikejutkan dengan beredarnya foto Toyota Alphard digunakan untuk mengangkut batako!

Mobil mewah yang dibanderol mulai dari Rp 800 juta hingga Rp 1,5 miliar itu digunakan untuk mengangkut batako di sebuah lokasi proyek.

Alphard berkelir hitam silver itu berisi muatan batako. Terlihat ada seorang kuli yang sedang mengangkut memindahkan batako dari mobil menggunakan gerobak pasir.

Foto itu mendadak jadi viral di internet. Netizen terheran-heran. Mobil yang biasanya dipakai pejabat dan orang berduit kemana-mana kini dijadikan mobil angkut bahan bangunan.

Tidak jelas di negara mana foto ini berasal. Mungkin saja di Indonesia, atau negara-negara Asia Tenggara lain.

ASTAGA Blusukan Tengah Malam, Zumi Zola Bikin GEMPAR Rumah Sakit


Menjabat sebagai kepala daerah tentu bukan perkara mudah. Zumi Zola yang saat ini menduduki kursi Gubernur Jambi itu harus rela meluangkan waktu untuk blusukan tengah malam ke salah satu rumah sakit di daerah pimpinannya.

Adalah RSUD Raden Mattaher yang menjadi sasaran Zumi Zola. Politisi berusia 36 tahun ini begitu terkejut kala melihat dokter, perawat serta karyawan rumah sakit yang berjaga tertidur pulas di jam kerjanya.

"Saya sudah mendengar banyak keluhan. Dokter jaga itu setelah jam 12 atau sebelum jam 12 itu sudah tidur. Saya nggak bisa membiarkan seperti ini," ungkap Zumi Zola yang tampak begitu kesal dengan kinerja karyawan RSUD Raden Mattaher.

Lantas, Zumi Zola pun meminta pihak rumah sakit untuk menindak tegas karyawan yang melanggar aturan. Untuk karyawan yang berstatus PNS, Zola meminta mereka untuk dipindah tugaskan. Sedangkan yang masih berstatus honorer untuk diberi sanksi tegas.

"Pertanggung jawaban kita ke masyarakat itu bagaimana? Kalau ini terlalu berat untuk kalian, nggak apa-apa. Nggak usah kerja di sini. Pak dokter tolong ditindak tegas ini. Yang berstatus PNS jangan kerja di sini lagi, pindahkan saja, yang honorer silahkan ditindak saja," papar Zumi Zola.

Kejengkelan Zumi Zola memang sangat beralasan. Sebagai Gubernur, ia sudah mendengar banyak keluhan tentang kinerja rumah sakit yang buruk dari masyarakat. Apalagi menurut Zumi Zola, RSUD Raden Mattaher merupakan panutan dari seluruh rumah sakit pemerintah yang ada di Jambi.

"Saya tidak suka melakukannya. Tapi masyarakat sudah terlalu banyak mengeluh. Kinerja rumah sakit ini sangat jelek. Sangat jelek. Padahal ini adalah panduan dari semua rumah sakit pemerintah yang ada di Jambi. Malu!" tegas Zumi Zola dalam video yang kini menjadi viral tersebut.